Enkripsi merupakan proses pengacakan teks biasa supaya tidak bisa dibaca menggunakan algoritma. Hal ini digunakan untuk melindungi data sensitif guna menjamin datanya hanya bisa diakses oleh penerima yang dituju.
Terdapat beragam protokol dan algoritma enkripsi dengan tingkat keamanan dan kecanggihan yang bervariasi.
Enkripsi penting untuk privasi dan keamanan online. Hal ini menjamin integritas data. Namun, enkripsi juga bisa digunakan untuk menarget pengguna dalam serangan ransomware.
Untuk melindungi data Anda dan mendukung enkripsi situs, aplikasi, atau platform digital apa pun yang Anda gunakan, kami sarankan untuk menggunakan Virtual Private Network (VPN). VPN mengenkripsi data Anda, dan mengarahkan traffic internet Anda melalui server lain, supaya menjamin data tetap aman dari para pengintai.
NordVPN adalah VPN unggulan kami. Layanannya menawarkan enkripsi tingkat militer, alat keamanan yang canggih, kecepatan tinggi, dan performa yang luar biasa.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang enkripsi dan mendapat pengetahuan lebih dalam tentang cara kerja enkripsi, lanjut baca artikel ini!
Kalau diminta saat ini, apa Anda bisa hitung berapa banyak situs dan aplikasi yang punya informasi kartu kredit Anda dan informasi sensitif lainnya? Berapa kali Anda sudah mengirim file yang sangat rahasia secara online? Pasti sudah tidak terhitung.
Pernah penasaran tentang cara Anda bisa mengirim data sensitif seperti itu melalui internet tanpa jatuh ke tangan para peretas dan pihak lain yang tidak berizin? Jawabannya adalah karena enkripsi.
Enkripsi data adalah proses mengubah teks yang bisa dibaca menjadi data acak yang kacau menggunakan algoritma. Hanya pihak penerima yang dituju yang bisa mengakses informasi terenkripsi tersebut.
Dalam ulasan VPN dan liputan berita kami, sering kali kami membahas tentang enkripsi dan pentingnya menjaga keamanan data Anda saat online.
Tapi sebenarnya apa itu enkripsi? Apa yang dimaksud dengan “terenkripsi”? Bagaimana cara kerja enkripsi di VPN? Dan mengapa enkripsi end-to-end itu penting?
Kami menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan hal lainnya dalam artikel ini.
Apa Itu Enkripsi?

Enkripsi adalah cara untuk menyandi data. Hal ini menjamin bahwa teks Anda tidak terbaca oleh siapa pun selain orang yang punya kunci enkripsi yang tepat.
Cara sederhana untuk memahami apa itu enkripsi adalah membandingkannya dengan pesan rahasia dan tersandi di mana setiap simbolnya mewakili huruf yang spesifik. Contohnya, huruf A mungkin sebenarnya D, B adalah E, C adalah F, dan seterusnya.
Jika Anda memahami algoritma di balik kodenya (yaitu arti di balik setiap huruf), Anda mampu membaca teks yang terenkripsi. Tiba-tiba, kata yang tidak masuk akal dan terenkripsi seperti “EBIL” akan berubah menjadi “HELLO”.
Manusia sudah menggunakan enkripsi selama ribuan tahun untuk melindungi informasi sensitif dari para pengintai. Terdapat bukti adanya bentuk-bentuk primitif enkripsi pada jaman Mesir, Yunani, dan Romani Kuno. Julius Caesar mengembangkan bentuk enkripsi dasar yang dikenal sebagai Caesar cipher untuk mengirim pesan kepada pasukannya selama masa kampanye militer.
Saat ini, algoritma, yang juga dikenal sebagai cipher, digunakan untuk mengenkripsi data yang kita kirim secara online. Perangkat Anda atau platform yang Anda gunakan akan menerjemahkan data terenkripsi menggunakan kunci dekripsi: serangkaian nilai matematika yang disepakati oleh pengirim dan penerima.
Bagaimana Cara Kerja Enkripsi?
Enkripsi data dapat dilakukan karena adanya kunci enkripsi digital.
Bayangkan data terenkripsi seperti layaknya dokumen yang berada di tempat penyimpanan yang terkunci. Anda hanya bisa mengakses dokumen-dokumennya jika Anda punya kunci yang bisa membuka tempat penyimpanannya. Jika tempat penyimpanannya jatuh ke tangan pihak yang tidak punya kunci, maka tidak akan berguna bagi mereka: dokumen di dalamnya tetap tidak bisa diakses dan informasinya tidak bisa dibaca.
Berdasarkan analogi ini, pengirim file yang terenkripsi akan mengunci tempat penyimpanan (yaitu dengan mengenkripsi data) menggunakan kunci kriptografi. Pihak penerima hanya bisa membuka kunci tempat penyimpanan (yaitu dengan mendekripsi data) menggunakan kunci rahasia.
Sangat penting bahwa kunci enkripsi (algoritma yang digunakan untuk mengenkripsi data) dipilih secara hati-hati. Jika algoritma ini terlalu sederhana, pihak lain seperti penjahat cyber dapat dengan mudah memahaminya dan mendekripsi data sensitif.
Ada dua metode utama enkripsi: enkripsi simetris dan asimetris.
Enkripsi simetris
Enkripsi simetris artinya kunci yang sama digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Supaya ini bisa bekerja, pihak pengirim dan penerima harus punya kunci rahasia yang sama.
Keuntungan terbesar dari kriptografi simetris adalah prosesnya sangat cepat. Metode ini bekerja dengan cepat karena pengirim dan penerima menggunakan kunci enkripsi yang sama. Algoritma enkripsi simetris yang paling banyak digunakan adalah Advanced Encryption Standard (AES).

Enkripsi simetris khususnya berguna untuk perlindungan dan pengiriman data di jaringan-jaringan yang kecil dan tertutup. Cara ini bekerja dengan baik saat Anda ingin bertukar data secara aman dan cepat.
Sayangnya, enkripsi simetris punya satu kekurangan yang besar: jika pihak penerima belum punya kuncinya, maka harus dikirim dulu ke mereka, seperti layaknya informasi yang terenkripsi. Hal ini memungkinkan pihak lain untuk mencegat kuncinya dan membaca pesan di dalamnya. Peretas dan penjahat di internet dapat dengan mudah memanfaatkan kekurangan ini.
Enkripsi asimetris
Enkripsi data asimetris juga dikenal sebagai enkripsi kunci publik atau kriptografi kunci publik.
Metode enkripsi ini bekerja dengan dua kunci enkripsi yang berbeda: kunci pribadi dan kunci publik. Kunci publik digunakan untuk melakukan enkripsi. Semua orang punya akses ke kunci ini, jadi siapa pun bisa mengenkripsi data menggunakan cara ini.
Namun, jika Anda ingin mendekripsi data, Anda butuh kunci pribadi, yang terhubung dengan kunci publik. Hanya pihak penerima yang punya akses ke kunci pribadi ini, artinya data Anda terlindungi dari para pengintai.

Secara umum, enkripsi asimetris dianggap sebagai opsi yang lebih aman dibanding enkripsi data simetris. Kemungkinan terjadi kebocoran jauh lebih sedikit, tapi metode enkripsi ini sedikit lebih lambat.
Fakta bahwa dua kunci yang berbeda digunakan untuk melindungi data artinya akan butuh lebih banyak waktu untuk mengenkripsi dan mendekripsi informasi. Selain itu, pengelolaan kunci enkripsi juga bisa jadi tantangan karena ada beragam kunci.
Kenapa Enkripsi Penting?

Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa enkripsi adalah fondasi dari komunikasi dan transaksi via web. Berikut beberapa alasan mengapa enkripsi itu penting:
Kerahasiaan
Enkripsi menjamin data sensitif tidak bisa diakses oleh orang-orang yang memang tidak punya akses. Saat Anda mengenkripsi data sensitif, Anda mencegah pihak pemerintah, Penyedia Layanan Internet (ISP), dan pihak lainnya yang ingin mengawasi aktivitas online Anda dan mengakses informasi pribadi Anda. Mengenkripsi data waktu tidak digunakan dan saat transit akan menjamin datanya tidak bisa diakses kapan pun selama perjalanannya dari Anda ke pihak penerima.
Integritas
Enkripsi menjamin tidak ada yang bisa mengakses atau mengubah data yang terenkripsi selama masa transit, kecuali kunci enkripsinya sudah bocor. Hal ini menjamin datanya akurat dan lengkap.
Keamanan
Enkripsi melindungi data pribadi dan mencegahnya jatuh ke pihak yang salah. Data Anda dapat digunakan untuk merugikan Anda dengan beragam cara. Contohnya, jika penjahat cyber berhasil mendapatkan informasi bank Anda, hal ini bisa menghasilkan berbagai konsekuensi buruk, termasuk rekening bank yang dibuat kosong.
Kepatuhan terhadap peraturan
Enkripsi memungkinkan organisasi-organisasi besar untuk berfungsi tanpa melanggar peraturan dan mendapat resiko denda yang besar. Jika sebuah organisasi seperti penyedia layanan kesehatan Anda membocorkan informasi medis Anda karena mereka tidak punya upaya perlindungan data yang layak, maka mereka akan berurusan dengan penegak hukum.
Kekurangan dari Enkripsi

Meskipun enkripsi itu penting untuk pengiriman data yang aman melalui web, terdapat beberapa kekurangan utama:
- Memperlambat transfer data: Proses mengenkripsi dan mendekripsi data akan menambah waktu keseluruhan yang dibutuhkan untuk mengirim informasi online. Meskipun algoritma bisa mengenkripsi dan mendekripsi data secara relatif cepat saat ini, kadang enkripsi bisa jadi masalah saat Anda ingin mengirim data secara cepat.
- Pengelolaan kunci: Seperti kata sandi, pengelolaan beragam kunci bisa menjadi masalah, khususnya bagi organisasi-organisasi besar. Administrator harus menentukan tingkat akses yang dimiliki setiap orang terhadap kunci-kunci enkripsi. Untungnya, perangkat lunak pengelolaan kunci bisa digunakan untuk menyederhanakan prosesnya.
- Ransomware: Meskipun enkripsinya dirancang untuk melindungi data Anda, hal ini juga bisa digunakan untuk menyerang Anda. Dalam serangan ransomware, pihak peretas akan mengenkripsi file dan dokumen pada perangkat Anda, sehingga tidak bisa diakses sampai Anda membayar uang tebusan.
Algorithma dan Protokol Enkripsi

Ada beberapa cara untuk mengenkripsi data. Kita sudah membahas perbedaan antara enkripsi simetris dan asimetris, tapi ada hal lainnya lagi.
Enkripsi itu bergantung pada protokol dan algoritma. Protokol enkripsi merupakan rangkaian peraturan yang lebih luas yang menentukan jenis metode kriptografi yang digunakan untuk melindungi data Anda. Algoritma yang digunakan di dalam protokol akan menentukan cara data Anda dibuat sandi dan dilindungi.
Dalam bagian ini, kami akan sekilas melihat beragam algoritma dan protokol yang digunakan dalam enkripsi umum. Algoritma dan protokol ini kerjanya sedikit berbeda. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Algoritma enkripsi dasar
Berikut ini adalah algoritma-algoritma utama yang digunakan untuk enkripsi data. Beberapa protokol dibangun berdasarkan algoritma tersebut, itu sebabnya kami menyebutnya sebagai algoritma enkripsi dasar.
Data Encryption Standard
Data Encryption Standard (DES) adalah salah satu standard enkripsi paling pertama yang diadopsi secara luas. Algoritma ini dikembangkan pada tahun 70an oleh International Business Machines (IBM). DES mendukung enkripsi 64-bit.
Algoritma ini tidak lagi dianggap aman. Sebaliknya, Anda akan menemukan banyak platform yang menggunakan 3DES. Dengan 2DES, data Anda akan melalui tiga tahap enkripsi dan dekripsi, sehingga jauh lebih aman.
Advanced Encryption Standard
Advanced Encryption Standard (AES), juga dikenal sebagai algoritma Rijndael, adalah penerus dari algoritma DES. Ada berbagai versi AES yang punya beragam bits. AES 256-bit adalah bentuk enkripsi AES yang bekerja dengan 256 bits.
AES 256-bit dianggap sebagai bentuk enkripsi paling aman dan digunakan oleh sebagian besar VPN premium.
Rivest, Shamir, and Adleman
RSA merupakan singkatan dari Rivest, Shamir, dan Adleman, orang-orang yang membuat algoritma ini di tahun 70an. Algoritma ini adalah salah satu sistem crypto publik pertama yang digunakan secara luas. RSA mendukung enkripsi asimetris berbasis bilangan prima. Algoritma ini termasuk cukup lambat.
Blowfish
Blowfish adalah sandi enkripsi kunci simetris yang bekerja dengan blok data 64-bit. Ini dikembangkan pada tahun 1993 dan bukan algoritma yang paling aman. Twofish, versi lebih canggih dari Blowfish yang menggunakan 128-bit dan kunci 256-bit, menjadi rekomendasi untuk digunakan bagi aplikasi modern. Algoritma ini juga bersifat open source dan gratis.
Protokol enkripsi komunikasi
Protokol-protokol yang disebutkan di bawah ini membantu mempertahankan privasi dengan mengenkripsi data Anda selama menggunakan beragam aplikasi dan situs.
Secure Sockets Layer
Meskipun versi Secure Sockets Layer (SSL) yang lebih ditingkatkan, Transport Layer Security (TLS), banyak digunakan saat ini, nama lama protokol ini tampaknya tetap yang paling diingat. Protokol SSL menyediakan koneksi yang aman antara server Anda dan server situs atau layanan berbasis web apa pun yang Anda akses.
SSL menjamin pihak lain tidak mampu mencegat atau mengubah traffic Anda. Protokol ini digunakan secara luas serta kuat, bisa diandalkan, dan aman.
Pretty Good Privacy
Protokol ini berguna untuk mengenkripsi pesan digital, seperti email. Protokol ini pertama kali digunakan pada tahun 1991 dan berbasis pada enkripsi asimetris. Dengan Pretty Good Privacy (PGP), Anda bisa mengenkripsi pesan-pesan dan menyediakan email yang disertai tanda tangan digital, sehingga penerima pesan bisa memastikan bahwa Anda pengirim yang asli. Protokol ini cukup populer dan sangat aman.
Secure Shell
Secure Shell (SSH) adalah versi yang sudah ditingkatkan dibanding protokol sebelumnya yang lebih lemah. SSH digunakan secara luas dalam jaringan korporasi untuk memungkinkan kerja jarak jauh dan file sharing.
Enkripsi dan Sertifikat Digital

Sebagai pengguna internet biasa, cukup sulit untuk memeriksa apakah enkripsi yang digunakan untuk mengirim pesan, pembayaran, dan data penting lainnya di situs benar-benar bisa dipercaya. Ini alasan mengapa ada sertifikat digital. Dengan sertifikat digital, Anda bisa pastikan bahwa kunci-kunci enkripsi yang digunakan untuk mengirim data Anda telah diverifikasi.
Ada cara mudah untuk memeriksa apakah situs yang Anda gunakan itu aman. langsung cari icon gembok di sudut kiri atas bar alamat Anda. Jika gemboknya tertutup (dan mungkin warnanya hijau), enkripsi antara perangkat Anda dan situs itu aman – paling tidak itu artinya untuk sebagian besar waktu.
Jika gemboknya terbuka dan berwarna merah, Anda sedang tidak menggunakan koneksi yang aman. Untuk informasi lebih lanjut tentang sertifikat digital, Anda bisa klik gemboknya dan memeriksa sertifikatnya.
Bahaya sertifikat digital palsu
Sayangnya, memeriksa sertifikat digital sebuah situs itu bukan solusi yang definitif, karena beberapa pihak otoritas sertifikasi (CA) tidak dapat dipercaya. Situs-situs phishing diketahui memiliki sertifikat palsu untuk membuat Anda mengira situsnya aman.
Jadi bagaimana cara Anda bisa tahu secara pasti bahwa sebuah situs itu bisa dipercaya? Cara terbaiknya adalah dengan melihat URL dan memeriksa sertifikat situsnya. Jika Anda harus mengisi data pribadi Anda, pastikan Anda sangat berhat-hati dan tidak membagikan data yang sensitif jika ada hal yang mencurigakan tentang situsnya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang tautan dan situs berbahaya, cek artikel kami tentang phishing.
Enkripsi di Media Sosial

Enkripsi data end-to-end adalah salah satu cara utama aplikasi messaging melindungi privasi pengguna. WhatsApp, Facebook Messenger, Snapchat, Telegram, Signal, Wire, dan banyak aplikasi messaging lain menyediakan enkripsi end-to-end. Beberapa penyedia email anonim yang populer, seperti ProtonMail, juga menggunakan bentuk enkripsi ini.
Sejak 2016, WhatsApp sudah menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi privasi penggunanya. Salah satu hal yang membuat WhatsApp unik dari aplikasi messaging yang lain adalah mereka menawarkan enkripsi end-to-end secara otomatis. Anda mungkin mengenali pesan di bawah ini dari percakapan WhatsApp Anda.

Enkripsi data end-to-end menjamin bahwa tidak ada pihak lain yang bisa melihat pesan Anda, bahkan pada saat transit.
Bagaimana cara memeriksa keamanan WhatsApp saya?
Anda bisa cek apakah enkripsi pada WhatsApp bekerja dengan baik. Setiap kontak yang Anda punya di WhatsApp memiliki kode enkripsi yang berbeda untuk melindungi pesan Anda. Anda bisa temukan kode ini dengan menekan nama pada kontak di bagian atas chat, lalu buka “Enkripsi”.
Hanya Anda dan orang yang Anda chat yang bisa mengakses kodenya. Kode unik ini menjamin pesan Anda hanya bisa dilihat oleh kalian berdua. Anda bisa bandingkan angkanya atau scan kode QR untuk melihat apakah pesan Anda terenkripsi.
Kode ini berubah saat Anda memasang ulang WhatsApp, mengubah nomor telepon, atau menggunakan HP yang berbeda.
Enkripsi Dengan VPN

VPN mengamankan koneksi internet Anda dan melindungi data Anda. Layanannya membuat batasan antara Anda dan ancaman online, seperti peretas yang berbahaya. VPN juga memberikan Anda lebih banyak kebebasan online, yang memungkinkan Anda untuk melampaui blokir geografis dan batasan lainnya.
Penyedia VPN menggunakan enkripsi untuk melakukan semua hal ini. Untuk menyediakan tingkat keamanan dan anonimitas yang tinggi, mereka sering kali menggunakan algoritma dan protokol enkripsi yang kompleks.
Banyak VPN unggulan yang memberikan penggunanya kemampuan untuk memilih dari antara beragam protokol aman untuk mengenkripsi data mereka. Protokol-protokol ini antara lain adalah OpenVPN, WireGuard, L2TP/IPsec, PPTP, IKEv2, dan SSTP. Kami punya artikel tentang protokol VPN di mana kami menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing protokol.
NordVPN menawarkan sebagian besar protokol ini. Layanan ini merupakan VPN paling unggul pilihan kami untuk aspek keamanan, fungsionalitas, dan performa. Jika Anda sedang mencari VPN yang menawarkan enkripsi yang solid, jawabannya adalah NordVPN.
Promo Natal: hanya $2,99 per bulan untuk program langganan 2 tahun dengan garansi 30 hari uang kembali
Kesan Akhir: Enkripsi
Enkripsi adalah hal yang vital di dunia digital. Tanpanya, semua pesan, file, dan data pribadi Anda akan rentan diambil oleh peretas dan pihak lain yang mengawasi. Enkripsi menyediakan lapisan keamanan tambahan yang bisa membantu mencegah kebocoran data.
Kami sarankan untuk menggunakan VPN guna mendukung enkripsi dan ketentuan keamanan lainnya pada aplikasi yang Anda gunakan dan platform online yang Anda gunakan.
Jika Anda ingin tahu lebih lanjut, kami menjawab beberapa pertanyaan paling umum tentang enkripsi di bawah ini. Jika ada hal lain yang ingin Anda ketahui tentang enkripsi data yang belum kami bahas, silahkan komen di bawah!
Enkripsi adalah proses mengubah teks biasa yang bisa dibaca menjadi data yang acak dan tidak jelas. Algoritma digunakan untuk mengenkripsi data dan melindunginya dari pihak lain yang ingin mengintai. Baca artikel kami tentang enkripsi untuk mencari tahu lebih lanjut tentang cara kerjanya.
Enkripsi mengacak data menjadi string kode/alfanumerik yang tidak bisa dibaca. String ini hanya bisa didekripsi atau dibuka sandinya menggunakan kunci enkripsi. Alhasil, hanya pihak penerima yang punya kunci enkripsi yang bisa mengakses data terenkripsi.
Enkripsi merupakan dasar dari pengiriman data yang aman di internet. Enkripsi digunakan untuk melindungi data yang sensitif di media sosial dan platform online lainnya. Baca artikel kami tentang enkripsi untuk tahu lebih lanjut tentang beragam jenis enkripsi.
Algoritma dan protokol yang digunakan untuk mengenkripsi data Anda akan menentukan seberapa aman informasinya. Secara umum, enkripsi asimetris, yang bergantung pada dua pasang kunci, dianggap lebih aman dibanding enkripsi simetris yang hanya menggunakan satu kunci. Protokol seperti AES dan RSA dianggap lebih aman dibanding pilihan lain seperti DES, yang rentan akan serangan.
Meskipun ada banyak tipe algoritma enkripsi yang digunakan saat ini, tiga jenis utamanya adalah:
- DES: Ini adalah salah satu bentuk enkripsi data paling pertama yang dikembangkan pada tahun 1970an. Data Encryption Standard (DES) bergantung pada enkripsi 64-bit yang sangat tidak aman. Penerusnya, Triple Data Encryption Standard (3DES) secara relatif lebih aman.
- AES: Advanced Encryption Standard (AES) bisa dibilang algoritma enkripsi yang paling aman. Algoritma ini digunakan oleh sebagian besar penyedia VPN premium saat ini.
- RSA: Dinamakan berdasarkan penemunya – Rivest, Shamir, dan Adleman – RSA adalah salah satu algoritma yang paling banya dipilih untuk enkripsi asimetris.

