Cara Mengenali dan Mencegah Penipuan CEO di Tahun 2022

Laptop with 2 hands reaching out holding a contract that's being signed
Klik di sini untuk lihat rangkuman singkat
Cara Mengenali dan Mencegah Penipuan CEO - Panduan Singkat

Penipuan CEO adalah sebuah jenis business email compromise (BEC). Penipuan ini mencakup modus penipu yang mengirim email penipuan ke karyawan. Dalam email-nya, CEO palsu sering kali meminta transfer uang secara cepat.

Oleh karena rasa urgensi yang diungkapkan dalam email, “kenyataan” mereka dan kesan kekuasaan (yang dirasakan) pengirim dalam organisasi, pihak karyawan yang menerima email sering kali akan mengikuti permintaannya.

Periksa email yang berisi permintaan bersifat finansial (transfer, mengubah informasi pembayaran, dll) dengan sangat hati-hati. Khususnya perhatikan elemen-elemen berikut:

  • Pengirim: Sering kali CEO palsu menggunakan alamat email yang sangat mirip dengan alamat asli CEO atau manager, tapi berisi sedikit variasi.
  • Tautan & lampiran: Hanya klik tautan dan buka lampiran yang sepenuhnya Anda percayai dan hanya jika Anda sepenuhnya mempercayai pengirimnya. Penipu BEC sering kali menyertakan tautan dan lampiran dengan malware dalam email mereka sebagai upaya untuk mencuri data Anda atau perusahaan Anda.
  • Urgensi: Biasanya CEO palsu akan mengutarakan urgensi dalam email mereka. Mereka mungkin meminta Anda untuk melakukan transfer yang besar di hari itu juga dan mengatakan bahwa kondisinya genting. Selain itu, mereka sering kali mengklaim sedang sibuk (“Saya sedang berada dalam rapat yang lama”) untuk menghindari tawaran membahas permintaan mereka secara lebih rinci.
  • Kerahasiaan: CEO palsu sering kali akan membuat korban percaya bahwa hal yang akan mereka lakukan itu “sangat rahasia”. Contohnya, mereka mungkin mengatakan uang yang dibutuhkan untuk merger palsu harus dirahasiakan sampai urusannya selesai. Mereka melakukan ini untuk mencegah karyawan supaya tidak membahas permintaan palsu tersebut dengan kolega atau atasan mereka.

Ingin tahu lebih lanjut tentang penipuan CEO, termasuk tips cara mencegahnya, dan hal yang perlu dilakukan jika Anda menjadi korban? Baca artikel lengkap di bawah ini!

Penipu telah menyasar masyarakat yang tidak curiga di internet sejak internet pertama kali ada. Fenomena ini kemungkinannya tidak akan hilang pada waktu dekat ini. Namun, banyak penipu yang semakin hati-hati dalam memilih korban mereka jaman sekarang dan juga berusaha untuk menyasar korban terbesar di luar sana yaitu dengan menipu perusahaan (besar). Ini dikenal sebagai penipuan CEO.

Namun apa itu penipuan CEO? Bagaimana cara kerjanya? Bagaimana cara mencegah penipuan CEO sebagai seorang karyawan atau perusahaan? Apa yang sebaiknya Anda lakukan jika menjadi korban? Apa saja contoh perusahaan besar yang menjadi korban penipuan CEO? Kasus penipuan CEO diperkirakan akan meningkat di tahun 2022. Berikut hal yang perlu Anda ketahui tentangnya.

Apa itu Penipuan CEO?

What is a CEO fraud icon

Penipuan CEO (biasanya) adalah cara canggih untuk menipu perusahaan dan organisasi besar. Tujuannya adalah untuk menipu karyawan supaya mengirim uang ke penipu. Untuk tujuan tersebut, penipu akan berpura-pura sebagai CEO, pendiri perusahaan, atau karyawan penting perusahaan.

Perbedaan hirarki dalam suatu organisasi yang dirasakan dapat membuat “karyawan tingkat rendah” cukup terintimidasi untuk akhirnya melakukan hal mereka kira diminta oleh “CEO”. Sering kali, pelaku kejahatan akan menghubungi karyawan melalui email, meminta transfer uang secara mendesak. Email-nya mungkin terlihat seperti contoh di bawah ini.

Fake email showing example of CEO fraud

Karyawan yang punya kewenangan untuk melakukan pembayaran atau menandatangani dokumen harus sangat hati-hati akan bahaya penipuan CEO. Namun, semua karyawan dalam sebuah organisasi secara teori bisa jadi sasaran. Faktanya, menurut firma cybersecurity Barracuda, 77% dari serangan ini menyasar karyawan di luar bidang keuangan atau eksekutif!

Business Email Compromise (BEC)

Email with hacking icon, compromised

Penipuan CEO adalah jenis Business Email Compromise. Jenis penipuan ini bergantung pada metode memanipulasi perilaku orang menggunakan penipuan (social engineering) dengan mengirim sebuah email yang mengaku berasal dari seseorang di dalam perusahaan atau pihak terkait, seperti pemasok.

Jenis penipuan ini bisa dan sering kali bergantung pada strategi dan teknik yang sangat licik. Pelaku kejahatan kadang-kadang bisa meretas akun email asli CEO (atau akun manager, contohnya). Lalu mereka akan memantau dan menganalisis cara CEO atau manager berkomunikasi. Sekarang mereka bisa menipu orang lain dalam organisasi tersebut dengan menggunakan alamat email dan penulisan email yang mirip dengan CEO asli.

CEO Phishing Semakin Umum Terjadi

CEO phishing icon, two hooks with email iconMenurut Barracuda, rata-rata organisasi mengalami 700 serangan email social engineering per tahun. Seperti yang dibahas sebelumnya, penyerang tidak selalu berpura-pura sebagai CEO, tapi kadang eksekutif lainnya. Siapapun yng mereka tiru, kerugiannya sering kali besar: menurut FBI, penipuan seperti ini bisa menyebabkan kerugian milyaran.

Kemungkinannya tinggi bahwa angka aslinya bahkan lebih tinggi. Lagipula, tidak semua serangan dilaporkan. Hal ini juga kemungkinan berlaku bagi banyak kasus di mana kerugian fiskalnya relatif rendah.

Lebih dari itu, meningkatnya kerja jarak jauh pasca pandemi tentunya meningkatkan ketergantungan pada komunikasi. Maka, ada kemungkinan besar bahwa kasus penipuan CEO hanya akan meningkat.


Bagaimana Cara Kerja Penipuan CEO?

Ada dua strategi utama yang CEO palsu gunakan untuk menipu perusahaan. Strategi pertama adalah dengan mengirim email dari sebuah domain (bagian setelah “@”) yang secara virtual sama dengan nama domain asli perusahaan atau hanya berisi sedikit variasi.

Infographic showing main strategies used in CEO fraud

Gambar di atas ini merupakan domain spoofing. Hal ini bisa dilakukan dengan cara yang sangat licik. Contohnya, ada perusahaan besar yang beroperasi di seluruh Eropa dan menjual elektronik, bernama MediaMarkt. Apakah Anda bisa dengan mudah menyadari adanya perbedaan antara “[email protected]” dan “[email protected]”? Contoh ini menunjukkan kemampuan CEO palsu dalam membuat domain mereka sangat mirip dengan yang asli.

Strategi kedua penipuan CEO bisa dikatakan lebih berbahaya: meretas akun email bisnis seorang karyawan, atau bahkan lebih buruknya lagi, akun email seorang eksekutif untuk mengirim email penipuan yang kredibel dan meminta karyawan yang berwenang untuk melakukan pembayaran yang salah.

Ada beragam cara peretasan ini bisa terjadi. Cara yang paling umum adalah spearfishing: sebuah serangan phishing terhitung yang menyasar satu karyawan tertentu. Penipu akan mengelabui karyawan dengan mengirimkan email yang ditujukan spesifik kepadanya berisi cerita yang kredibel. Mereka diminta untuk klik tautan atau lampiran yang berisi malware berbahaya. Malware berbahaya ini sebenarnya memungkinkan pelaku kejahatan untuk meretas akun korban, seperti email mereka.

Fake email mockup showing example of CEO confirm receipt fraud

Lampiran yang tertera pada email penipuan di atas sebenarnya berisi malware. Setelah menekan file, Anda akan mengunduh executable yang mencuri data.


Mengenali Penipuan CEO

Mengenali penipuan CEO penting untuk menghindari kerugian besar. Pelaku kejahatan sering kali membuat email menarik yang mempersulit kita untuk mengenali penipuan CEO. Namun, ada beberapa pertanda buruk yang mungkin terlihat.

Strategi Business Email Compromise yang sering digunakan

Sebelum penipu email bisnis menyerang seorang karyawan, mereka melakukan riset. Setelah mereka mengetahui sasarannya dan tanggung jawab dan kewenangan mereka dalam perusahaan, pelaku akan menghubungi mereka dengan permintaan yang “sesuai”.

Contohnya, seorang manager akuntansi kemungkinan besar tidak akan bisa mengirim jutaan dollar tanpa izin. Namun, penipu bisa membuat korban membeli beberapa gift card untuk “mitra bisnis” atau biaya hiburan. Mereka mungkin akan membuat manager tersebut mengubah beberapa informasi pembayaran, supaya pelaku kejahatan punya cara yang mudah untuk merugikan perusahaan.

Tergantung pada target mereka, CEO palsu biasanya mencoba untuk membuat korban mereka melakukan salah satu hal di bawah ini:

  • Mengirim uang untuk merger (yang tentunya palsu), untuk membayar pemegang saham, atau untuk jenis proyek lain
  • Membeli gift card, klaimnya adalah ini untuk mitra atau kolega
  • Mengubah informasi pembayaran karena masalah atau perubahan palsu yang dialami oleh penerima
  • Membuat korban membayar tagihan palsu yang secara hati-hati dibuat berdasarkan proyek perusahaan saat ini atau tagihan sebelumnya

Tanda peringatan email

Selain strategi penipuan CEO yang digunakan, biasanya ada tanda-tanda lain dalam email spear-phishing CEO. Maka, kami sarankan Anda untuk memperhatikan elemen-elemen berikut dalam email yang Anda terima:

  • Pengirim: CEO palsu sering kali mencoba menipu penerima dengan mengirim email mereka dari domain (bagian setelah “@”) yang sangat mirip dengan domain asli sebuah perusahaan. Cek alamat email yang masuk sebelum mengambil langkah lain. Sebagian besar penyedia email, seperti Gmail, memungkinkan Anda untuk melihat alamat email dengan menekan nama pengirimnya.
  • Tautan: Hati-hati akan tautan apapun yang Anda temukan di email. Lagipula, banyak pelaku spear-phishing yang menggunakan tautan berbahaya untuk menyebarkan malware atau mencuri informasi login. Terutama hati-hati saat Anda melihat tautan singkat (seperti tautan bit.ly). Anda bisa cek tujuan sebuah tautan dengan mengarahkan kursor ke tautan tersebut. Kami juga sangat menyarankan untuk memeriksa keamanan tautan dengan memasukannya ke alat yang berfungsi untuk memeriksa: seperti Norton Safe Web.
  • Lampiran: Seperti tautan, lampiran juga sering digunakan untuk menyebarkan malware dan mencuri informasi. Maka, hanya buka lampiran saat Anda memang mengharapkannya dari sumber yang Anda percaya.

Tanda peringatan di teks email

Teks dan pesan di dalam email penipuan CEO sering kali punya beberapa karakteristik umum, yang akan kami sebutkan di bawah ini.

  • Otoritas: Emailnya berisi otoritas (palsu), yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (dibanding meminta) seperti layaknya atasan. Dengan kata lain, pelaku kejahatan akan menyalahgunakan posisi hirarki seseorang yang mereka tiru dalam sebuah perusahaan.
  • Kerahasiaan: Penipu akan meminta Anda untuk tidak membahas permintaan mereka dengan kolega atau manager. Pelaku akan mengklaim bahwa permintaannya harus menjadi kejutan atau rahasia. Mereka mungkin mengklaim bahwa mereka butuh Anda untuk membeli beberapa gift card sebagai kejutan untuk kolega atau mitra.
  • Urgensi: Apapun permintaannya, penipu akan menegaskan bahwa permintaannya harus segera dilakukan. Lagipula, memastikan karyawan hanya punya waktu sedikit untuk berpikir adalah bagian yang penting supaya penipuan ini berhasil. Mereka juga akan menegaskan bahwa tugas yang diberikan kepada karyawan itu sangat penting. Karyawan akan berpikir mereka punya peran penting dalam menjalankan sebuah strategi.
  • Menyanjung korban: Meskipun tekanan adalah elemen yang penting dalam penipuan ini, tapi penting juga untuk menyanjung korban dan membuat mereka percaya dirinya istimewa. Pelaku kejahatan akan mengatakan bahwa karyawan itu adalah satu-satunya orang yang “bisa dipercaya untuk tugas tersebut.”
  • Jaminan (“semuanya baik-baik saja”): Umumnya pelaku kejahatan akan membuat alasan saat mereka tidak bisa membahas tugas tersebut secara lebih merinci. “CEO” itu akan mengklaim bahwa mereka sedang dalam rapat penting. Untuk meyakinkan korban bahwa semuanya baik-baik saja, mereka mungkin akan membuat metode verifikasi palsu. Contohnya, mereka bisa memberikan nomor telepon perusahaan hukum palsu kepada karyawan. Oleh karena orang-orang ini bekerjasama dengan penipu, mereka juga akan meyakinkan karyawan bahwa semuanya baik-baik saja.

Mencegah Penipuan CEO

Sekarang Anda mengetahui contoh-contoh penipuan CEO dan tanda-tanda peringatannya, langkah berikutnya adalah belajar cara mencegahnya. Ada beragam metode untuk melindungi diri dari penipuan ini, tapi hal yang paling penting sejauh ini adalah meningkatkan kesadaran di lingkup organisasi Anda tentang penipuan tersebut.

Di bawah ini kami akan memberikan beberapa tips spesifik untuk karyawan dan perusahaan tentang cara mencegah penipuan CEO.

Tips untuk karyawan

Sebagai seorang karyawan di organisasi (besar), kemungkinan besar Anda akan menerima banyak email CEO phishing selama karir Anda. Maka, di bawah ini kami cantumkan beberapa tips untuk mencegah penipuan CEO.

  • Selalu cek pengirimnya. Klik nama pengirim untuk melihat alamat email lengkap mereka. Cek kejanggalan apapun.
  • Jika pengirim menyebutkan akun bank pada email atau tagihan, selalu cek apakah nomor akun tersebut termasuk dalam nomor akun yang saat ini diketahui oleh departemen keuangan perusahaan Anda.
  • Selalu cari tahu tentang penipuan spear-phishing dan CEO terbaru.
  • Bahas email mencurigakan dengan kolega atau atasan Anda, bahkan jika email-nya meminta Anda untuk tidak melakukannya. Jika Anda diberikan akses ke rahasia perusahaan, kemungkinan besar Anda harus menandatangani perjanjian kerahasiaan.
  • Idealnya, bahas permintaan email mencurigakan dengan pengirim email atau orang yang mereka tiru (melalui panggilan atau pertemuan tertutup). Mungkin Anda takut untuk menghubungi CEO atau manager Anda, tapi ini tetap cara terbaik untuk mencegah penipuan CEO.

Tips untuk perusahaan

Sebagai sebuah perusahaan, hampir mustahil untuk sepenuhnya melindungi diri dari penipuan CEO dan serangan social engineering lainnya. Lagipula, keamanan perusahaan biasanya hanya sekuat pihak paling lemahnya (karyawannya). Maka, melatih karyawan Anda untuk mengenali penipuan CEO sangat penting. Selain itu, pastikan untuk mengikuti tips di bawah ini.

  • Buat protokol dan peraturan yang jelas untuk prosedur mengirim uang dalam jumlah banyak. Harus ada sistem verifikasi ganda untuk transfer jumlah besar.
  • Buat dan berlakukan peraturan dan panduan yang jelas untuk perubahan informasi pembayaran. Idealnya, hubungi pihak mitra, pemasok, atau pihak terlibat yang informasi pembayarannya diubah secara langsung untuk verifikasi.
  • Wajibkan proses verifikasi dua langkah untuk akun email setiap karyawan. Dengan begitu, bahkan saat pelaku kejahatan mendapat informasi login mereka, pelaku tidak bisa mengakses akun karyawan.
  • Adakan audit keamanan untuk organisasi Anda sendiri. Anda bisa melakukannya sendiri dengan mengirimkan email phishing ke karyawan Anda tanpa pemberitahuan di waktu yang tidak terduga. Lalu, penting untuk menyediakan pelatihan tambahan bagi karyawan yang tertipu oleh penipuan jenis ini. Selain itu, Anda bisa menggunakan layanan perusahaan spesialis audit, seperti Cofense. Mereka menawarkan audit keamanan dan pelatihan anti-phishing.
  • Pastikan organisasi Anda melakukan investasi secara cukup untuk keamanan cyber. Anda mungkin ingin membeli beberapa alat seperti perangkat lunak yang khusus berfungsi untuk mencegah phishing dan penipuan CEO, seperti yang ditawarkan oleh Cofense.

Hal yang Perlu Dilakukan Jika Anda Korban Penipuan CEO

CEO palsu khususnya sangat licik dalam menipu korban mereka. Maka, kemungkinannya besar karyawan Anda pernah menjadi korban penipuan CEO. Jika Anda telah menjadi korban penipuan CEO, berikut hal yang bisa dilakukan.

Infographic showing what to do if you are a CEO fraud victim

  1. Kumpulkan semua bukti yang Anda punya dan laporkan tindakan kriminal ke pihak kepolisian. Selain itu, laporkan estimasi kerugian. Jika Anda berasal dari Eropa, buka situs Europol ini. Di situ Anda bisa klik negara lokasi Anda untuk menemukan organisasi yang bisa Anda hubungi dan caranya. Jika Anda berasal dari Amerika Serikat, mohon laporkan tindakan kriminal itu ke Internet Crime Complaint Center milik FBI.
  2. Hubungi bank perusahaan secepat mungkin (orang yang ditugaskan untuk menghubungi bank atau CEO-nya langsung yang harus melakukan hal ini, idealnya). Kadang, jika pihak bank dihubungi dengan cepat setelah terjadi transaksi penipuan, mereka bisa tetap membatalkannya. Namun dalam kasus apapun, Anda sebaiknya menghubungi pihak bank supaya pelaku kriminal tidak bisa mengeksekusi serangan lanjutan pada akun bank Anda.
  3. Hubungi departemen IT perusahaan Anda mengenai serangan atau email phishing apapun. Kirim mereka email yang mencurigakan tersebut untuk membantu mereka mempersiapkan diri melawan serangan susulan. Dengan begitu mereka bisa memperkuat keamanan. Atau paling tidak, mereka bisa membahas langkah berikutnya dengan atasan mereka.
  4. Hubungi pihak lain mana pun yang mungkin juga beresiko setelah sistem Anda telah disusupi, seperti pemasok dan perusahaan lain yang data (sensitifnya) Anda simpan.
  5. CEO palsu mungkin sudah masuk ke sistem Anda. Mereka mungkin telah menggunakan malware dalam email spearfishing untuk meretas PC seorang karyawan dan mendapat akses ke PC lain di jaringan Anda. Maka, penting bagi departemen IT Anda untuk memeriksa secara menyeluruh sistem Anda untuk mencari malware setelah serangan apapun. Jika mereka tidak mampu, Anda bisa menggunakan layanan profesional.

Kasus Penipuan CEO/Business Email Compromise Terkenal

Terakhir, kami akan bahas beberapa penipuan CEO palsu/BEC besar untuk memberi Anda gambaran tentang bagaimana penipuan ini biasanya dimulai dan dilaksanakan. Penipuan BEC sering kali menyasar perusahaan milyaran dolar, dan kadang bahkan pemerintahan!

Penipuan Business Email Compromise Toyota

Kami mulai dengan salah satu penipuan BEC terbesar yang pernah terjadi. Pada tanggal Agustus 14, 2019, penipu berhasil meyakinkan seorang karyawan di departemen keuangan dan akuntansi anak perusahaan Toyota di Eropa (Toyota Boshoku Europe N.V.) untuk mengirim 37 juta dolar (sekitar 4 milyar yen) ke akun lain!

Informasi merinci tentang kasus ini tidak diketahui. Namun, beberapa sumber berspekulasi pihak jahat membuat karyawan panik sehingga akhirnya membayar. Mereka diduga melakukan ini dengan mengklaim bahwa produksi Toyota akan melambat secara signifikan jika pembayarannya tidak cepat dilakukan. Rasa urgensi yang diciptakan ini adalah trik penipuan CEO dan phishing yang umum.

Perusahaan sinema besar Pathé membuat genre baru dengan “penipuan CEO ganda”: cyberdrama

Kasus berikutnya juga menunjukkan bahwa bahkan perusahaan multinasional besar bisa jadi korban penipuan CEO. Kasus ini melibatkan “penipuan CEO ganda.” Hal yang terjadi adalah seseorang berpura-pura sebagai CEO dari perusahaan induk Perancis dan menipu CEO dari anak perusahaan mereka di Belanda. Mereka mengaku butuh jumlah uang yang banyak untuk mengakuisisi pesaing di Dubai.

CEO Belanda tentunya curiga dan membahas masalah ini dengan CFO (Chief Financial Officer). Setelah menjelaskan kepada penipu bahwa verifikasi tambahan diperlukan, pihak penipu menyediakan informasinya, namun sebenarnya mereka mengirim email palsu lain yang ditulis dengan sangat cerdik dari akun berbeda yang berhasil mengelabui CEO Belanda. Total kerugian dari semua pembayaran penipuan ini mencapai 22 juta dolar. Hal ini terjadi pada tahun 2018.

Pemerintah Puerto Rico korban phishing

Penipuan berikutnya menunjukkan bahwa bukan hanya organisasi dan perusahaan yang bisa menjadi korban penipuan CEO dan penipuan spear-phishing. Hal yang sama bisa terjadi terhadap institusi pemerintahan.

Pada tanggal 17 Januari, 2020, Industrial Development Company Puerto Rico kehilangan lebih dari $2.6 juta dalam penipuan phishing. Mereka dihubungi oleh penjahat, yang berpura-pura sebagai mitra atau penerima. Pelaku kejahatan meminta mereka untuk mengubah akun bank yang terikat pada pembayaran remitansi. Seorang pejabat pemerintah Puerto Rico menuruti, sehingga menyebabkan kerugian finansial yang besar.

Penipu Semakin Kreatif Seiring Berkembangnya Jaman

Contoh-contoh ini seharusnya menunjukkan Anda bahwa penipu semakin kreatif setiap harinya. Penipuan CEO adalah masalah serius, khususnya untuk bisnis lebih kecil yang tidak mampu menanggung kerugian semacam itu. Jenis penipuan lain juga menjadi populer, seperti penipuan layanan pelanggan atau penipuan WhatsApp. Penting untuk tetap up to date dengan apa yang sedang terjadi supaya Anda bisa menjaga keamanan diri sendiri.

Penipuan CEO - FAQ

Punya pertanyaan spesifik tentang penipuan CEO? Lihat bagian FAQ kami di bawah ini. Klik pertanyaan untuk melihat jawabannya. Apakah pertanyaan Anda tidak tercantum? Tinggalkan komentar dan kami akan menjawabnya secepat mungkin!

Penipuan CEO adalah sebuah jenis phishing di mana korbannya, seorang karyawan, ditipu untuk mengirimkan uang (yang banyak) ke penipu. Hal ini dilakukan dengan mengirim email di mana penipu meniru CEO atau manager tingkat tinggi dari sebuah perusahaan. Dalam email-nya, mereka akan meminta transfer langsung, perubahan pada informasi pembayaran yang sudah ada, atau menggunakan trik lain untuk mencuri uang. Penipuan CEO adalah jenis Business Email Compromise (BEC) dan social engineering.

Business Email Compromise (BEC) adalah istilah payung untuk manipulasi terhadap karyawan atau figur penting dalam sebuah perusahaan supaya penipu bisa membuat mereka melakukan sesuatu dengan cara mengirimkan email palsu di mana penipu berpura-pura sebagai orang lain. Maka, penipuan CEO adalah jenis Business Email Compromise. Namun, BEC juga mencakup kasus-kasus di mana penipu meniru seorang penerima manfaat dari perusahaan dan mengklaim akun bank mereka sudah berubah, atau sebagai pemasok, contohnya.

Mencegah penipuan CEO tidak mudah karena pelaku kejahatannya semakin licik. Meskipun begitu, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi kemungkinan Anda akan menjadi korban:

  • Selalu cek dengan seksama alamat email yang mengirim email ke Anda. Sering kali CEO palsu menggunakan alamat email yang sedikit berbeda dari orang yang mereka tiru.
  • Bahas email mencurigakan dengan atasan atau kolega Anda. Idealnya, bahas permintaan yang Anda terima lewat email langsung atau melalui panggilan dengan pengirim (yang ditiru) dari email tersebut.
  • Buat dan berlakukan peraturan yang jelas untuk prosedur pembayaran dan perubahan informasi pembayaran di organisasi Anda.
International security coordinator
Marko has a Bachelor's degree in Computer and Information Sciences. He coordinates and manages VPNOverview.com's team of international VPN researchers and writers.
Kumpulkan sebuah komentar
Kumpulkan sebuah komentar