Privacy Tinder Featured Image Italian

Cara mengelola privasi anda pada Tinder

Modifikasi terakhir 19 Juni 2020
Waktu membaca: 11 menit, 15 detik

Tinder logoTinder adalah aplikasi kencan online yang paling populer di dunia, tepatnya sejak tahun 2012, kita dapat menggesek profil pengguna yang jaraknya paling dekat dengan kita dengan mengarahkan jari kita pada layar ponsel kita ke arah kanan (‘Saya tertarik’) atau ke arah kiri (‘Saya tidak tertarik). Diperkirakan aplikasi ini memiliki sekitar 50 juta pengguna aktif.

Hampir kebanyakan kencan online dipergunakan untuk kesenangan semata. Aplikasi kencan memungkinkan para penggunanya untuk bertemu dengan pengguna lainnya hanya dengan berdiam dari rumah saja, sehingga mereka dapat merasa nyaman. Bagaimanapun, terdapat beberapa resiko privasi terkait dengan penggunaan aplikasi tersebut, lebih spesifiknya yaitu Tinder. Alangkah baik bagi kita untuk lebih bijaksana untuk menyadari beberapa resiko tersebut.

Artikel ini tidak mempunyai tujuan untuk menimbulkan kepanikan atau mencegah orang-orang untuk menggunakan Tinder. Namun, kita ingin membantu anda untuk melindungi diri anda sendiri sebaik mungkin atas risiko terhadap privasi dan keselamatan anda. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa penggunaan aplikasi kencan seperti Tinder tetap dapat menyenangkan, aman dan privasi, kami akan memberitahukan kepada anda mengenai keselamatan dan resiko serta tindakan pencegahan untuk menjamin privasi dan keamanan anda pada artikel ini.

Apa resiko privasi dari penggunaan Tinder?

Pada bagian ini akan membahas resiko privasi yang terkait dengan Tinder

Banyak Akun Tinder yang terkoneksi dengan media sosial lainnya

Pada website Tinder, secara cepat anda dapat menemukan tombol ‘’Login with Facebook’’ . Banyak dari mereka yang akan menekan tombol ini, dikarenakan mereka mendaftar kepada Tinder melalui Facebook yang dianggap sebagai cara yang mudah dan nyaman. Namun, pada kenyataanya mereka tidak dapat memisahkan antara keinginan mereka untuk menjaga kehidupan percintaan dan Facebook.

Ketika anda masuk dengan Facebook, Tinder secara otomatis akan mengakses beberapa bagian profil Facebook seperti: nama anda, foto profil, tanggal lahir dan semua foto Facebook, laman yang anda sukai dan alamat email anda.

Tentu saja, hal tersebut tidak menyenangkan untuk dapat diketahui bahwa aplikasi yang anda gunakan untuk berkencan dengan seseorang yang anda belum kenal baik, ternyata memiliki akses kepada informasi pribadi anda. Akhir-akhir ini, anda dapat masuk di Tinder melalui akun Google anda. Namun, hal ini tentu saja memiliki resiko yang sama. Cara yang paling aman dan privasi untuk mendaftar ke Tinder mungkin menggunakan nomor handphone anda, karena cara ini membutuhkan lebih sedikit informasi pribadi anda dan juga tidak secara detail.

Hal lainnya yang akan anda lihat pada Tinder yaitu pada saat ini orang-orang yang mengkoneksikan Tinder mereka kepada Instagram mereka sehingga anda akan melihat foto-foto instagram mereka pada bagian bawah profil mereka. Dari sudut pandang privasi, tentu bukan merupakan ide yang bagus. Sebagai bahan pertimbangan, Tinder memiliki basis pengguna yang sangat besar, hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak anda kenal dapat mengetahui dan melihat foto instagram anda.

Beberapa dari anda mungkin bertanya-tanya mengapa hal diatas menjadi masalah yang besar. Dapat dibayangkan, apabila orang yang belum pernah anda lihat bahkan anda dengar namanya akan dapat menggunakan foto Instagram anda pada akun Tinder untuk melakukan pencarian gambar pada Google secara acak. Dengan demikian, mereka benar-benar dapat menemukan profil Instagram anda dan bisa memiliki kemungkinan untuk mengintai anda di dunia maya.

Hal diatas tentu saja berlaku bagi akun sosial media lainnya: jika anda menggunakan foto profil dari akun media sosial lainnya pada Tinder, maka pengguna Tinder yang tidak anda kenal akan dengan mudah menemukannya pada akun lainnya. Tentu saja, tidak hanya berlaku pada gambar saja, akan tetapi dapat terjadi juga terhadap informasi pada bio anda seperti kombinasi nama anda, pekerjaan anda atau tempat gym yang anda kunjungi.

Tinder menyimpan data pribadi anda

Kebijakan privasi Tinder menyatakan bahwa data anda dapat dipergunakan untuk tujuan periklanan. Selanjutnya, dikatakan bahwa ‘’anda tidak boleh mengharapkan bahwa informasi pribadi, obrolan dan komunikasi anda akan selalu dalam keadaan aman.’’ Secara kongkrit, hal ini dapat diterjemahkan sebagai ratusan halaman data.

Pada tahun 2017, wartawan Perancis Judith Deportail meminta Tinder merilis data pribadinya dan secara mengejutkan, ketika Tinder mengirimkan 800 halaman informasi pribadinya.

Kasus Deportail bukan hal yang aneh, karena Tinder memiliki banyak data mengenai semua penggunanya. Berbagai jenis informasi yang diperoleh Tinder mencangkup lokasi anda, laman yang disukai di Facebook, tautan ke foto Instagram (bahkan ketika akun sudah dihapus), percakapan Tinder dengan pengguna lainnya, dan Jumlah teman Facebook yang anda miliki.

Penting untuk anda ingat, bahwa ketika anda memulai percakapan dengan seseorang di Tinder, anda akan mengungkapkan informasi anda kepada aplikasi selain terhadap orang yang anda ajak bicara.

Tinder dan para Hacker dapat melihat dan mengontrol yang anda lihat dan lakukan

Resiko ketiga terkait dengan penggunaan Tinder yaitu terkait dengan tingkat kontrol yang cukup tinggi serta dimiliki oleh Tinder terhadap profil yang anda lihat. Hal ini juga berkorelasi dengan data yang mereka miliki pada anda. Tinder tidak hanya menunjukkan kepada anda semua profil yang dekat dengan jangkauan anda; hal tersebut bukan satu-satunya faktor penentu. Alih- alih algoritma Tinder mengingat preferensi anda dan menunjukkan profil berdasarkan preferensi tersebut.

Beberapa kemungkinan diatas, dapat memberikan anda pengalaman untuk menggunakan Tinder dengan lebih baik tanpa anda menyadarinya. Namun hal tersebut menimbulkan resiko tertentu. Penelitian oleh Checkmarx dari tahun 2018 mengklaim bahwa penjahat cyber mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan informasi mengenai anda pada ‘’Tinder Behavior’’. Ketika mereka berada di jaringan yang sama dengan anda, mereka mengklaim memiliki akses kepada informasi mengenai profil yang dapat anda lihat dan anda gesek.

Selain itu, para hacker dapat dikatakan mampu untuk memanipulasi Tinder: dikatakan bahwa mereka dapat memanipulasi profil yang bisa anda lihat.

 ‘’Bahaya Tinder’’ dalam kehidupan sehari-hari

Tinder tetap menjadi layanan kencan online, hal ini mengindikasikan bahwa terlepas dari bagaimana cara anda menggunakan aplikasi, anda akan tetap berhubungan dengan orang asing. Anda mungkin tidak mengetahui mengenai apapun mengenai orang asing tersebut yang akan memungkinkan untuk menjebak anda. Meskipun hal ini terdengar menakutkan, tetapi tetap tidak ada hal yang dapat terduga.

Kami tetap ingin menginformasikan kepada anda mengenai bahaya lain yang mengintai pada Tinder. Hal tersebut tidak menunjukkan bahwa aplikasi tersebut berbahaya, akan tetapi orang-orang yang menyalahgunakan jaringan sosial yang ditawarkan oleh Tinder yang notabene membuat Tinder menjadi berbahaya. Sebagai pencegahan bagi anda untuk menjadi korban atas para oknum yang tidak bertanggungjawab, kami akan memberikan beberapa daftar resiko keselamatan pada Tinder.

 ‘Panduan menguntit di Tinder’

stalker in bushesPada beberapa forum dan situs web, orang-orang membicarakan mengenai ‘ panduan menguntit di Tinder’. Ini merupakan panduan online yang akan memberitahu anda bagaimana anda secara tepat dapat menemukan informasi sebanyak mungkin mengenai pasangan Tinder anda.

Dalam hitungan satu menit, orang akan dapat menemukan informasi pribadi lebih dari 40% profil Tinder dengan menelusuri akun Twitter, Instagram atau Facebook mereka.

Panduan ini nampaknya hilang dari internet atau setidaknya dari permukaan internet, tetapi meskipun demikian akan sangat mudah bagi orang asing untuk menemukan informasi mengenai anda. Satu-satunya hal yang sering mereka butuhkan yaitu gambar profile Tinder dan nama anda.

Mereka dapat menggunakan pencarian gambar acak melalui Google untuk mendapatkan saluran media sosial anda yang lainnya. Apakah anda menyebutkan kota anda tinggal, pekerjaan, atau restauran favorit disana? Maka siapapun yang mempunyai niat buruk dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuntuti atau memeras anda.

Beberapa pengguna mungkin ingin mengenal sedikit lebih banyak mengenai anda sebelum berkencan. Dalam kasus seperti ini, alangkah lebih baiknya bila anda bertanya kepada diri anda sendiri apakah layak ketika mereka mengetahui dan mempelajari mengenai kehidupan pribadi anda tanpa izin dari anda, lebih tepatnya melalui pencarian pada Google.

Tinder dan Kejahatan (yang brutal)

Beberapa situs berita memiliki koleksi artikel berita mengenai kencan Tinder pada cara yang salah dan paling buruk. Pada tahun 2017, warga Amerika Sydney Loofe dibunuh oleh pasangan Tindernya sendiri. Setahun sebelumnya tulang belulang seorang wanita ditemukan di kota Mexico, setelah pria yang dia kenal melalui Tinder membuang tubuhnya pada cairan asam klorida.

Terdapat banyak contoh orang yang telah menjadi korban pembunuhan atau pelecehan melalui Tinder. Baik pria ataupun wanita dapat menanggung resiko tersebut. Dalam hampir semua kasus pada pertemuan yang berlangsung secara nyata setelah awal perkenalan di Tinder berjalan dengan sangat kacau.

Jenis kejahatan tersebut sulit untuk dihindari oleh Tinder, karena tidak ada satu pun yang benar-benar dapat terjadi secara nyata dalam aplikasi itu sendiri. Hal tersebut menjadi alasan yang begitu kuat bagi anda untuk lebih berhati-hati ketika memutuskan untuk bertemu dengan seseorang. Anda dapat membantu mengurangi adanya kemungkinan tersebut dengan mengingatkan Tinder ketika anda melihat sesuatu yang mencurigakan (tindak lanjut mengenai hal tersebut).

Masalah privasi terkait ‘’Passport Tinder’’

Passport Tinder merupakan fitur yang relatif baru dan ditawarkan oleh pengguna Tinder ke Tinder Plus dan Tinder Gold (versi berbayar). Opsi ini memungkinkan anda untuk mengubah lokasi anda ke pada kota lainnya yang berada di hampir seluruh belahan dunia, selain itu opsi ini akan memungkinkan anda untuk mengesek jari anda pada area profil di dimana secara fisik anda tidak berada, seperti jauh-jauh hari sebelum anda berlibur.

Fitur ini tentu saja menimbulkan beberapa resiko terkait privasi. Jika diumpamakan, anda sedang berada dalam perjalanan bisinis, dan pasangan anda menggunakan Passport Tinder untuk memeriksa keberadaan anda. Pasangan anda dapat menggunakan Passport Tinder untuk memeriksa apakah Tinder anda aktif ketika berada di luar. Secara teori, pasangan anda dapat menciptakan profil Tinder palsu untuk menguji kesetiaan anda.

Terlepas dari implikasi moral seseorang yang benar-benar berselingkuh dari pasangannya, hal tersebut tidak akan dapat menenangkan pikiran terkait Tinder yang digunakan untuk melanggar privasi ketika berada diluar negeri atau di luar kota, bahkan hal tersebut dapat dilakukan oleh pasangan mereka.

Bagaimana anda melindungi keselamatan dan privasi anda pada Tinder?

Mengingat semua kemungkinan pelanggaran privasi yang dapat terjadi pada Tinder, apakah anda dapat melindungi privasi anda? Terdapat beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk membantu menyembunyikan lokasi dan identitas anda pada Tinder. Berikut adalah hal-hal yang paling penting:

Berhati-hatilah terhadap apa yang anda bagikan secara Online

Penting bagi anda untuk mempertimbangkan konsekuensi mengenai postingan online apapun atau pada aplikasi kencan. Bahkan jika anda memberikan nama lengkap atau informasi kontak, pengguna lain tetap dapat mengindentifikasi anda melalui cara lain. Sebagai contoh, seseorang di Tinder dapat melakukan pencarian gambar secara acak hanya untuk melihat apakah foto anda nampak pada pencarian lain secara online.

Jika anda mempergunakan Facebook untuk mendaftar ke Tinder, seseorang akan dapat menemukan profil Facebook anda, karena Tinder dapat menarik gambar profil anda dari Facebook, sehingga untuk membantu melindungi privasi, anda seharusnya menggunakan gambar pada Tinder yang berbeda yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan di internet.

Anda seharusnya menghindari untuk meletakkan nama tempat kerja atau sekolah pada Facebook, selain itu jangan menaruh tautan pada instagram atau media sosial lainnya yang berkaitan pada profil Tinder anda.

Pergunakan Akun burner Facebook untuk Tinder

Cara yang paling populer untuk menjaga profil Tinder dan Facebook anda adalah dengan menciptakan akun Facebook tambahan yang hanya digunakan untuk Tinder. Anda dapat mempergunakan akun burner Facebook untuk mengakses Tinder sembari memiliki kontrol yang ekstra terhadap privasi anda.

Pada saat mendaftar, pergunakan alamat email yang bersifat sementara dan nama panggilan untuk akun burner Facebook anda. Mengunggah beberapa foto diri anda yang pernah dipublikasikan secara online merupakan langkah yang tepat. Dengan melakukan beberapa langkah pencegahan tersebut, anda dapat lebih menyulitkan orang yang anda temui di Tinder untuk melacak anda secara online.

Hal tersebut mungkin merupakan cara yang tepat bagi sebagian orang untuk mendapatkan manfaat dan kenyamanan untuk masuk melalui Facebook tetapi tetap dapat melindungi privasi anda.

Gunakan VPN

Banyak aplikasi kencan yang tidak cukup berhati-hati dengan data anda. Mereka menggunakan koneksi yang tidak aman, seperti protokol HTTP, untuk mengunggah gambar. Hal ini membuat mereka sangat rentan terhadap man in the middle attacks. Oleh karena itu untuk memastikan bahwa data kencan anda tidak berada di tangan yang salah, anda dapat menggunakan VPN.

NordVPN
Penawaran:
Hanya $3,49 per bulan untuk program langganan 3 tahun
9.1
  • Perlindungan yang luar biasa dan jaringan server yang besar
  • Aplikasi yang bagus dan memuaskan
  • Tidak ada pencatatan
Kunjungi NordVPN

VPN menciptakan koneksi yang terenkripsi antara anda dan server, dengan cara ini orang lain tidak dapat melihat alamat IP dan tidak mengetahui apa yang anda lakukan pada aplikasi seperti Tinder. VPN dapat membantu anda menjaga data pribadi.

Bagi Komunitas LGBTQ+: Gunakan Traveler Alert

Pada tahun sebelumnya, Tinder merilis pembaruan yang dapat melindungi anda dari setiap anggota LGBTQ+ yang menggunakan aplikasi. Melalui fungsi Traveler Alert, sekarang ini aplikasi dapat memberi peringatan kepada anda setiap kali anda memasuki negara atau wilayah yang memiliki undang-undang terhadap orang LGBTQ+.

Setiap kali anda bepergian di negara seperti itu, Tinder akan mengirimkan notifikasi. Jika anda menunjukkan preferensi seksual anda pada profil, maka secara otomatis akan tidak terlihat sampai anda meninggalkan area tersebut.

Selain itu, anda dapat menonaktifkan opsi ‘Show me on Tinder’ yang terdapat pada pengaturan aplikasi untuk perlindungan yang lebih. Jika anda melakukan hal tersebut, maka profil anda tidak akan terlihat oleh siapapun.

Laporkan Perilaku yang mencurigakan

Tinder selalu berupaya untuk menghapus profil palsu, penjahat dan bot dari aplikasi mereka. Anda dapat membantu melaporkan perilaku mencurigakan yang anda temui. Jika anda melaporkan akun yang mencurigakan. Tim Tinder akan menyelidiki dan menghapus akun tersebut. Hal tersebut akan membuat anda dan para pengguna lainnya menjadi lebih aman.

Berikut adalah beberapa contoh perilaku yang melanggar ketentuan Tinder:

  • Pengguna yang meminta uang atau donasi
  • Pengguna yang meminta gambar
  • Anak di bawah umur yang menggunakan aplikasi
  • Pengguna yang melecehkan orang lain
  • Pengguna yang bertindak tidak pantas selama pertemuan
  • Profil palsu/penipuan
  • Spam, upaya menjual produk terhadap pengguna lainnya

Jika anda menemukan salah satu tindakan diatas, anda dapat menghubungi Tinder secara langsung. Anda juga dapat memblokir pengguna yang melecehkan anda (dengan memilih ‘’unmatch’’). Dengan cara tersebut, mustahil bagi mereka untuk menghubungi anda melalui aplikasi.

Pemikiran Terakhir

Tinder dan aplikasi kencan lainnya memang cukup populer, tetapi di satu sisi aplikasi tersebut juga memiliki resiko atas privasi dan keselamatan anda.

Kerentanan dalam aplikasi Tinder dapat berdampak terhadap para hacker yang mengintai aktifitas anda atau pengguna Tinder lainnya yang mencari tahu lokasi anda.

Selain itu, Tinder mengumpulkan data pribadi dan mengintegrasikan aplikasi dengan Facebook yang berdampak terhadap pelanggaran privasi anda. Hal tersebut kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan yang harus diketahui bagi setiap pengguna Tinder. Walau Tinder dapat mengakses data, tetapi anda tetap dapat melakukan berbagai upaya pencegahan untuk melindungi privasi anda sampai batas tertentu ketika anda menggunakan aplikasi kencan.

Bagaimana cara mengelola privasi anda di Tinder: Pertanyaan yang umum

Jika anda memiliki pertanyaan terkait menjaga keamanan dan melindungi privasi anda di Tinder, anda dapat melihat FAQ kami dibawah ini!

Tinder menyediakan beberapa tindakan pencegahan yang secara umum aman untuk anda. Namun, terdapat beberapa resiko yang harus diperhatikan, seperti orang-orang yang menemukan akun sosial media anda, ancaman pengintaian (cyber) serta pasangan anda atau orang lain mengintai anda ketika anda berada di luar negeri. Jika anda ingin mempelajari semua resiko terkait dan cara untuk mengatasinya, anda dapat melihat artikel kami mengenai menjaga keamanan pada Tinder.

Sayangnya, tidak ada cara untuk menjamin privasi anda 100% aman pada Tinder. Aplikasi tersebut menyimpan data dalam jumlah yang banyak dari semua penggunanya. Berkorelasi dengn kebijakan privasi, informasi tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai macam tujuan dari periklanan sampai untuk peningkatan aplikasi. Tinder dapat membagikan informasi anda dengan beberapa perusahaan lainnya dalam ‘’ Jaringan Grup Bisnis yang Sepadan’’, setidaknya terdiri dari 10 perusahaan besar. Hal tersebut terkesan suram dan privasi. Tetapi beruntungnya, terdapat beberapa langkah pencegahan pada artikel kami mengenai melindungi privasi anda pada Tinder.

Terdapat beberapa hal yang anda dapat lakukan untuk melindungi privasi anda pada Tinder, seperti menggunakan gambar pada Tinder yang sebelumnya tidak pernah ada pada media sosial lainnya, berhati-hatilah dengan apa yang anda bagikan dengan menggunakan VPN. Untuk dapat melindungi keamanan anda dan pengguna lainnya, anda dapat melaporkan akun dan tindakan yang mencurigakan secara langsung kepada Tinder. Jika anda merupakan bagian dari komunitas LGBTQ+, jangan lupa untuk mempergunakan ‘’Travel Alert’’. Untuk mendapatkan tips lebih lanjut, anda dapat membaca artikel ini.

Analis keamanan cyber
David adalah seorang analis keamanan cyber dan salah satu pendiri VPNoverview.com. Tertarik dengan fenomena “identitas digital”, dan khususnya peduli dengan hak atas privasi serta perlindungan data pribadi

Artikel lainnya dari ‘Aplikasi’ bagian

Komentar
Kumpulkan sebuah komentar
Kumpulkan sebuah komentar